Sabtu, Agustus 15, 2026

Sarasehan dan Focus Group Discussion Membangun Ekosistem Perguruan Tinggi NU yang Unggul, Mandiri, Berdampak dan Mendunia

MALANG — Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Ekosistem Perguruan Tinggi NU yang Unggul, Mandiri, Berdampak dan Mendunia”, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengelola perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah penguatan ekosistem pendidikan tinggi NU agar semakin unggul, mandiri, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta mampu bersaing di tingkat global.

Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.T.P., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, serta Dr. rer. pol. M. Faishal Aminudin, S.S., M.Si., Sekretaris Lembaga Pendidikan Tinggi PBNU.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Mukhamad Najib menekankan pentingnya penguatan kelembagaan perguruan tinggi melalui tata kelola yang baik, peningkatan mutu akademik, inovasi, serta kemampuan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga dituntut mampu memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Dr. rer. pol. M. Faishal Aminudin menyoroti pentingnya membangun ekosistem perguruan tinggi NU yang saling terhubung dan memiliki visi bersama. Kolaborasi antarperguruan tinggi, penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan jejaring nasional dan internasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan perguruan tinggi NU yang berdaya saing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran akademisi dan pengelola perguruan tinggi, termasuk Wakil Rektor II IAIM Lumajang, Imam Zarkasyi, S.Pd.I., M.M., dan Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIM Lumajang, Hafidz, S.Pd.I., M.Pd.

Imam Zarkasyi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan perspektif penting bagi perguruan tinggi NU, khususnya dalam memperkuat tata kelola dan membangun kemandirian institusi. “Sarasehan dan FGD ini sangat penting karena memberikan wawasan dan gagasan strategis bagi perguruan tinggi NU. Kami mendapatkan banyak perspektif tentang bagaimana membangun tata kelola yang lebih baik, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi,” ujar Imam Zarkasyi.

Menurutnya, IAIM Lumajang perlu terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Kaprodi PAI IAIM Lumajang Hafidz, S.Pd.I., M.Pd. menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan program studi dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Bagi kami di Program Studi PAI, kegiatan ini memberikan banyak inspirasi untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, kompetensi dosen, serta memperkuat jejaring kerja sama. Perguruan tinggi NU harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkap Hafidz.

Ia menambahkan, visi perguruan tinggi NU yang unggul dan mendunia harus dibangun melalui proses yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum, riset, publikasi ilmiah, hingga kerja sama dengan berbagai lembaga di tingkat nasional dan internasional.

Melalui kegiatan sarasehan dan FGD ini, diharapkan lahir gagasan dan strategi konkret dalam membangun ekosistem perguruan tinggi NU yang semakin kuat. Perguruan tinggi NU diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas internal, tetapi juga menjadi institusi yang mandiri, inovatif, memiliki dampak sosial yang luas, serta mampu mengambil peran dalam percaturan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global. (Robith).

Artikel Terkait

Artikel Terbaru