LUMAJANG — Penguatan kualitas publikasi ilmiah menjadi salah satu perhatian penting Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIM Lumajang menggelar kegiatan Refreshment Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Senin (10/8/2026), di Meeting Room IAIM Lumajang.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB tersebut menghadirkan tim pengelola jurnal Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto. Forum ini menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus evaluasi bagi para pengelola jurnal di lingkungan IAIM Lumajang untuk membenahi tata kelola jurnal dan mempersiapkan diri menuju akreditasi jurnal nasional melalui SINTA.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor II IAIM Lumajang, Imam Zarkasi, S.Pd.I., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas jurnal merupakan bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi. “Kegiatan refreshment pengelolaan jurnal ini menjadi bagian penting dari upaya IAIM Lumajang dalam memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah. Kami berharap para pengelola jurnal tidak hanya memahami aspek teknis pengelolaan jurnal, tetapi juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas secara berkelanjutan sehingga jurnal di lingkungan IAIM Lumajang mampu memenuhi standar akreditasi nasional,” ujar Imam Zarkasi.
Sementara itu, Ketua LP2M IAIM Lumajang, M. Nur Khotibul Umam, M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan jurnal tidak cukup hanya dengan menjalankan proses penerbitan secara rutin. Diperlukan evaluasi dan pembenahan secara terus-menerus agar jurnal memiliki tata kelola yang profesional dan memenuhi standar mutu publikasi ilmiah. “Pengelolaan jurnal membutuhkan proses pembenahan yang konsisten dan dilakukan secara bersama-sama. Kami memilih tim pengelola jurnal dari UAC berdasarkan rekomendasi dari kopertais IV, karena UAC kampus swasta berbasis pesantren yang memiliki 2 jurnal terakreditasi scopus dan juga banyak dari sinta range 1-4. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengevaluasi apa yang sudah berjalan, mengidentifikasi kekurangan, dan menyusun langkah perbaikan yang lebih konkret. Harapannya, setiap jurnal di lingkungan IAIM Lumajang memiliki tata kelola yang semakin profesional dan mampu berkembang menuju akreditasi jurnal nasional melalui SINTA,” tutur M. Nur Khotibul Umam.
Strategi Menuju Akreditasi SINTA
Memasuki sesi utama, kegiatan menghadirkan Dr. Akhmad Sirojuddin, M.Pd.I. sebagai pemateri pertama. Ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pengembangan Jurnal Menuju Akreditasi SINTA.”
Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penguatan mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun dan mengembangkan jurnal ilmiah. Pembahasan diarahkan pada pentingnya tata kelola jurnal yang sistematis, profesional, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju proses akreditasi.
Pengelolaan jurnal, menurut perspektif yang dibangun dalam kegiatan tersebut, tidak hanya berkaitan dengan menerbitkan artikel secara berkala. Kualitas substansi artikel, proses editorial, mekanisme peer review, kompetensi dan komposisi tim editor maupun reviewer, konsistensi penerbitan, hingga pemenuhan berbagai standar pengelolaan jurnal menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian serius.
Setelah sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan ishoma sebelum memasuki sesi kedua.
Sharing Best Practices dan Konsultasi Pengelolaan Jurnal
Sesi kedua menghadirkan M. Nur Hakim, M.Pd.I. dengan agenda sharing best practices, diskusi, dan konsultasi pengelolaan jurnal di lingkungan IAIM Lumajang.
Berbeda dengan sesi sebelumnya yang lebih berfokus pada pemaparan strategi, sesi ini berlangsung lebih interaktif. Para pengelola jurnal diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan jurnal masing-masing, sekaligus memperoleh masukan dan alternatif solusi dari tim pengelola jurnal UAC Mojokerto.
Diskusi juga diarahkan pada evaluasi dan pembenahan struktur editorial team serta reviewer. Aspek tersebut menjadi perhatian karena struktur pengelola yang jelas dan proporsional merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung efektivitas proses editorial dan menjaga kualitas peer review.
Forum konsultasi tersebut menjadi kesempatan bagi para pengelola jurnal untuk melihat kembali tata kelola yang selama ini berjalan. Berbagai hal yang masih perlu diperbaiki diidentifikasi untuk kemudian menjadi bahan tindak lanjut setelah kegiatan berakhir.
Tidak Berhenti pada Kegiatan
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tujuh setengah jam tersebut tidak hanya ditutup dengan evaluasi, tetapi juga dengan komitmen untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
LP2M IAIM Lumajang mendorong para pengelola jurnal agar menjadikan hasil refreshment sebagai bahan evaluasi dan pijakan untuk melakukan perbaikan konkret. Pembenahan diharapkan tidak dilakukan secara parsial, tetapi mencakup seluruh aspek pengelolaan jurnal sesuai kebutuhan dan tahapan pengembangannya.
Dengan adanya kegiatan ini, IAIM Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus. Jurnal tidak hanya dipandang sebagai media untuk menerbitkan karya ilmiah, tetapi juga sebagai salah satu wajah akademik perguruan tinggi.
Melalui pengelolaan yang semakin profesional, peningkatan kualitas artikel, penguatan tim editorial dan reviewer, serta evaluasi yang dilakukan secara konsisten, jurnal-jurnal di lingkungan IAIM Lumajang diharapkan mampu berkembang dan memenuhi standar menuju akreditasi jurnal nasional melalui SINTA.
Refreshment ini menjadi awal untuk berbenah, bukan akhir dari sebuah kegiatan. Dari ruang diskusi dan konsultasi inilah diharapkan lahir langkah-langkah konkret untuk membawa pengelolaan jurnal IAIM Lumajang menuju kualitas yang lebih baik, lebih profesional, dan semakin berdaya saing di tingkat nasional. (Nabila N.A)

