Samarinda – Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang terus memperkuat jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai bagian dari strategi mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAIM Lumajang dengan PT Kafnet, perusahaan yang berbasis teknologi Internet (IP Base), multimedia, dan jaringan internet.
Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Kantor PT. Kafnet Samarinda, Kalimantan Timur. Kerja sama ditandatangani oleh Rektor IAIM Lumajang, Mochammad Hisan, S.Psi., M.Sos., bersama Direktur PT Kafnet, H. Muhammad Sholeh. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Mochammad Afifuddin, M.E.,(Sekretaris LPPM IAIM Lumajang), Mohammad Iqbal, S.E., (Wakil Direktur PT. Kafnet) dan sejumlah pimpinan PT. Kafnet.

Kerja sama IAIM Lumajang dan PT. Kafnet menjadi bagian dari komitmen IAIM Lumajang dalam memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat dan membawa perubahan terhadap kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Dalam kerja sama tersebut, IAIM Lumajang dan PT Kafnet menyepakati sejumlah program konkret yang mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kedua belah pihak menyepakati pelaksanaan program magang mahasiswa selama tiga bulan di Kantor PT Kafnet, Sempaja Barat, Samarinda, Kalimantan Timur.
Bekali Mahasiswa Pengalaman Dunia Kerja
Rektor IAIM Lumajang, Mochammad Hisan, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya memberikan pengetahuan akademik kepada mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan sekaligus melahirkan berbagai jenis pekerjaan dan kompetensi baru. Karena itu, perguruan tinggi perlu membuka ruang belajar yang lebih luas dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bersentuhan secara langsung dengan dunia profesional. “Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki pengalaman, keterampilan, kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, beradaptasi dengan teknologi, dan memahami budaya profesional. Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan mereka sebelum benar-benar memasuki dunia kerja,” ungkap Hisan.
Ia menambahkan, kerja sama dengan PT Kafnet memiliki posisi strategis karena perusahaan tersebut bergerak dalam bidang yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi digital. Sebagai perusahaan yang berbasis teknologi Internet (IP Base), multimedia, dan jaringan internet, PT Kafnet diharapkan menjadi salah satu ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung perkembangan industri berbasis teknologi sekaligus memahami bagaimana sebuah perusahaan dikelola secara profesional.
Magang Tiga Bulan di Samarinda
Salah satu implementasi utama kerja sama tersebut adalah penempatan mahasiswa IAIM Lumajang untuk mengikuti program magang selama tiga bulan di Kantor PT Kafnet, Sempaja Barat, Samarinda, Kalimantan Timur. Program magang dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai lingkungan dan budaya kerja profesional.
Selama mengikuti program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat belajar mengenai tata kelola perusahaan, kedisiplinan kerja, komunikasi profesional, pelayanan, kerja sama tim, pemanfaatan teknologi, penyelesaian masalah, serta berbagai kompetensi lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja. “Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman sebelum mereka lulus. Ketika nantinya memasuki dunia kerja, mereka tidak lagi sepenuhnya asing dengan budaya perusahaan, target pekerjaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan tuntutan profesional. Magang tiga bulan ini diharapkan menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar,” jelas Hisan.
Penempatan mahasiswa di Samarinda juga menjadi bagian dari upaya IAIM Lumajang memperluas ruang pembelajaran mahasiswa ke berbagai daerah di Indonesia. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kapasitas adaptasi mahasiswa sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
Sinergikan Tridharma Perguruan Tinggi dengan Dunia Industri
Selain program magang, IAIM Lumajang dan PT Kafnet juga sepakat mengembangkan kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pada bidang pendidikan dan pengajaran, kolaborasi dapat dikembangkan melalui kuliah praktisi, seminar, pelatihan teknologi dan literasi digital, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga keterlibatan praktisi dalam memberikan wawasan mengenai kebutuhan dan perkembangan dunia industri.
Pada bidang penelitian, kerja sama membuka peluang dilaksanakannya riset kolaboratif, khususnya terkait transformasi digital, teknologi informasi, pemanfaatan jaringan internet, perilaku masyarakat di era digital, serta berbagai tema penelitian yang memiliki keterkaitan dengan kompetensi kedua institusi.
Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, IAIM Lumajang dan PT Kafnet dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan literasi digital, pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat, serta perluasan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Direktur PT Kafnet, H. Muhammad Sholeh, menyambut positif terjalinnya kerja sama tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dinilai penting dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata serta memahami kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja. “Kegiatan ini sangat positif sekali untuk memperkaya dan memperdalam pengalaman nyata adik-adik mahasiswa IAIM”, tegas Haji Sholeh, sapaan akrabnya.
Melalui kerja sama tersebut, PT Kafnet membuka ruang bagi mahasiswa IAIM Lumajang untuk mengikuti program magang selama tiga bulan di lingkungan perusahaan. Program tersebut diharapkan menjadi media transfer pengetahuan dan pengalaman antara praktisi dengan mahasiswa.
Perkuat Link and Match Kampus dengan Industri
Kerja sama IAIM Lumajang dan PT Kafnet sekaligus menjadi implementasi penguatan link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri. IAIM Lumajang memandang bahwa tantangan perguruan tinggi ke depan tidak hanya terletak pada kemampuan menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan dunia kerja.
Terlebih, perkembangan kecerdasan buatan, teknologi informasi, internet, multimedia, dan transformasi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap struktur pekerjaan. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan belajar dan beradaptasi secara berkelanjutan.
Sebagai perguruan tinggi Islam berbasis pesantren, IAIM Lumajang juga berkomitmen agar penguatan kompetensi profesional tetap berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai kepesantrenan.
“Kami ingin lulusan IAIM Lumajang memiliki dua kekuatan sekaligus: karakter dan kompetensi. Nilai-nilai pesantren seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan khidmah harus menjadi fondasi. Sementara kemampuan digital, komunikasi, kreativitas, dan profesionalisme menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja,” tegas Hisan.
Menurutnya, karakter pesantren justru dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki lingkungan profesional. Integritas, etos kerja, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri.
Perluas Jejaring IAIM Lumajang di Kalimantan
Kerja sama dengan PT Kafnet sekaligus memperluas jejaring kelembagaan IAIM Lumajang di Kalimantan Timur. Kemitraan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan berbagai program kolaboratif lainnya di masa mendatang. IAIM Lumajang berkomitmen agar setiap kerja sama kelembagaan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen MoU, tetapi dilanjutkan melalui program nyata, terukur, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa serta kedua institusi.
Karena itu, penempatan mahasiswa magang selama tiga bulan menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan kerja sama tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa. Ke depan, IAIM Lumajang akan terus memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan.
Melalui sinergi dengan PT Kafnet, IAIM Lumajang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren yang tidak hanya kuat dalam pengembangan keilmuan dan karakter, tetapi juga responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan IAIM Lumajang yang berkarakter pesantren, memiliki kompetensi profesional, melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan siap memasuki dunia kerja sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Editor: Nabila N.A

