Kamis, Agustus 27, 2026

Mahasiswi IAT IAI Miftahul Ulum Lumajang Laksanakan PPL di Ma’had Darul Qur’an Dzaki Nami Singosari Malang

Malang, 27 Agustus 2026 — Sebanyak sembilan mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAI Miftahul Ulum Lumajang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Ma’had Darul Qur’an (MDQ) Dzaki Nami, Singosari, Malang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga minggu ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pesantren.

Rombongan mahasiswi berangkat dari kampus IAI Miftahul Ulum pada pukul 08.00 WIB menuju Malang. Perjalanan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Program Studi IAT, Sahrul Hidayatullah, M.H., yang juga bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Namun, perjalanan menuju lokasi PPL tidak sekadar menjadi perjalanan akademik. Sebelum memasuki kawasan MDQ Dzaki Nami, rombongan terlebih dahulu melakukan sowan kepada KH. Lutfi Bashori, dzurriyah dari romo yai almaghfurlah KH. M. Bashori Alwi, sekaligus Pengasuh Ribath Al-Murtadla Al-Islami yang berada di lingkungan Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswi untuk memperoleh nasihat dan keteladanan dari salah satu tokoh yang memiliki keterkaitan erat dengan tradisi keilmuan Al-Qur’an di Singosari. Dari sowan tersebut, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam almaghfurlah KH. M. Bashori Alwi beserta Ibunyai, yang berada di kompleks pemakaman Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ), Singosari, Kabupaten Malang.

Makam KH. M. Basori Alwi dan Bunyai Hj. Qomariyah Abdul Hamid

Ziarah tersebut memberikan warna tersendiri bagi rangkaian keberangkatan PPL. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada ulama, kegiatan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa bahwa pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori dan metodologi, tetapi juga erat dengan adab, keteladanan, sanad keilmuan, dan penghormatan terhadap para guru.

Setelah rangkaian sowan dan ziarah selesai, rombongan kemudian menuju Ma’had Darul Qur’an Dzaki Nami dan menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kegiatan PPL kepada pihak ma’had.

Kedatangan sembilan mahasiswi IAT tersebut disambut hangat oleh Ustadz H. Yasin Wasiat, S.Pd., selaku pengasuh MDQ Dzaki Nami. Sambutan tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian praktik akademik mahasiswa selama tiga minggu di lingkungan ma’had.

Selama menjalani PPL, para mahasiswi mendapatkan kesempatan untuk memperdalam sekaligus mempraktikkan sejumlah materi yang relevan dengan bidang keilmuan IAT. Program kegiatan meliputi metodologi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an, Ulumul Qur’an, serta metode pembelajaran Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Mahasiswa didorong untuk melihat secara langsung bagaimana pembelajaran Al-Qur’an dirancang, dilaksanakan, dan dikembangkan dalam kehidupan pesantren. Dengan demikian, PPL menjadi proses pembelajaran yang mempertemukan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas pendidikan Al-Qur’an di lapangan.

Bagi MDQ Dzaki Nami, kehadiran mahasiswa PPL juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kegiatan pendidikan di lingkungan ma’had. Terlebih, pada Oktober 2026 mendatang, MDQ Dzaki Nami akan genap berusia lima tahun. Usia yang relatif muda tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat tradisi pembelajaran Al-Qur’an sekaligus mengembangkan berbagai inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Ustadz H. Yasin Wasiat menyambut kehadiran para mahasiswi dengan penuh kehangatan dan harapan. PPL tidak hanya diharapkan menjadi pengalaman akademik bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan dan pengembangan pesantren.

Sementara itu, bagi mahasiswa IAT, tiga pekan di MDQ Dzaki Nami menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari lingkungan pesantren secara langsung. Mereka tidak hanya berhadapan dengan teori tentang Al-Qur’an, tetapi juga menyaksikan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihidupkan melalui proses pendidikan, pembiasaan, kedisiplinan, dan interaksi antara guru dan santri.

Rangkaian PPL ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang bermakna, sementara pesantren mendapatkan kontribusi akademik dari perguruan tinggi.

Melalui PPL selama tiga minggu tersebut, sembilan mahasiswi IAT IAI Miftahul Ulum Lumajang diharapkan mampu membawa pulang bukan hanya pengalaman mengajar dan pengetahuan baru, tetapi juga nilai-nilai keteladanan, adab dalam menuntut ilmu, serta pengalaman berinteraksi langsung dengan tradisi pendidikan Al-Qur’an di lingkungan pesantren.

Pada akhirnya, perjalanan dari kampus menuju Singosari bukan sekadar perpindahan tempat belajar. Ia menjadi perjalanan akademik sekaligus spiritual—dimulai dengan sowan kepada ulama, dilanjutkan dengan ziarah kepada para pendahulu, kemudian diteruskan dengan pengabdian dan pembelajaran di tengah kehidupan pesantren. Sebuah pengalaman yang diharapkan memberi makna bagi mahasiswa sekaligus menghadirkan kontribusi bagi MDQ Dzaki Nami yang terus bertumbuh menyongsong usia lima tahun. (Nabila N.A)

Artikel Terkait

Artikel Terbaru