Sabtu, Juni 13, 2026

Kata Pendidikan Sudah Mulai Jarang Didengar

Dikalangan masyarakat umum berbicara pendidikan sudah mulai tidak diminati, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi fenomena ini di antaranya adalah:
Pertama, Orientasi duniawi yang terlalu dominan, Dalam Islam, ilmu dipelajari untuk mendekatkan diri, Taqarrub kepada Allah dan memberikan manfaat bagi manusia. Namun, banyak orang saat ini memandang pendidikan hanya sebagai sarana mendapatkan pekerjaan, jabatan, atau kekayaan. Ketika tujuan pendidikan hanya berorientasi dunia, semangat mencari ilmu sebagai ibadah dan ilmu pengetahuan menjadi berkurang.

Kedua, kurangnya pemahaman tentang keutamaan ilmu dalam Islam. Islam sangat memuliakan orang berilmu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Namun, banyak generasi muda yang kurang memahami keutamaan tersebut sehingga motivasi belajar menjadi lemah.

Ketiga, Pengaruh teknologi dan hiburan yang berlebihan. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai mudarrah dan hiburan yang dapat mengalihkan perhatian dari belajar. Media sosial, permainan dan konten hiburan instan sering kali lebih menarik dibandingkan proses menuntut ilmu yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

Keempat, Menurunnya budaya membaca dan belajar, dalam Islam Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca “Iqra'”. Ini mengindikasikan pentingnya literasi dalam Islam. Namun, budaya membaca dan mengkaji ilmu di sebagian masyarakat semakin berkurang karena lebih terbiasa dengan informasi singkat dan instan.

Kelima, Kurangnya keteladanan. Dalam sejarah Islam, para ulama menunjukkan semangat luar biasa dalam mencari ilmu. Ketika figur teladan yang mencintai ilmu semakin jarang terlihat atau kurang dikenalkan kepada generasi muda, minat terhadap pendidikan juga dapat menurun.

Keenam, pendidikan yang kurang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, sebagian peserta didik merasa pendidikan hanya berisi tuntutan akademik tanpa memberikan makna spiritual. Akibatnya, belajar dianggap sebagai beban. Dalam perspektif Islam, pendidikan seharusnya tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak, iman, dan tujuan hidup.

Budaya serba instan, Islam mengajarkan kesabaran dan proses dalam menuntut ilmu. Saat ini banyak orang menginginkan hasil yang cepat, sedangkan pendidikan membutuhkan waktu, disiplin, dan pengorbanan. Perbedaan ini membuat sebagian orang kehilangan minat untuk belajar secara mendalam.

Dalam perspektif Islam, sulitnya pendidikan diminati bukan karena ilmu kehilangan nilainya, melainkan karena perubahan orientasi hidup, pengaruh budaya instan, dominasi hiburan, serta berkurangnya pemahaman bahwa menuntut ilmu merupakan bentuk ibadah. Oleh karena itu, pendidikan perlu dikembalikan kepada tujuan utamanya dalam Islam, yaitu membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat Rasulullah SAW.

Penulis: Warek III Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I

Artikel Terkait

Artikel Terbaru