Jumat, Agustus 14, 2026

Merawat Tradisi Keilmuan di Tanah Borneo: Aktivitas Mengaji Santri Darul Mutaallimin

Kutai Kartanegara,  Kalimantan Timur – Suasana penuh khidmat terlihat di Pondok Pesantren Darul Mutaallimin , Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur , pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Para santri tampak duduk berkelompok sambil membaca dan mempelajari Al – Quran.

Kegiatan mengaji tersebut menjadi salah satu rutinitas penting bagi santri. Dengan duduk bersama dalam suasana sederhana, para santri membaca, menyimak, dan mempelajari materinya. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al – Quran, tetapi juga membentuk kedisiplinan, ketekunan, dan kebersamaan antar santri.

Kegiatan pembelajaran mengaji Al – Quran antara Mahasiswa KKN IAIM Lumajang dan santri

Dalam kegiaatan tersebut, Mahasiswa KKN IAIM Lumajang turut hadir dan berinteraksi dengan para santri. Kehadiran Mahasiswa KKN menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana tradisi keilmuan dan pendidikan terus dijalankan di lingkungan pesantren.

Kegiatan mengaji yang berlangsung secara rutin menunjukan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetepi juga pada pembentukan karakter dan akhlak. Kebiasan belajar bersama, menghormati guru, serta menjaga kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kehidupan para santri.

Santri sedang melaksanakan kegiatan mengaji Al – Quran secara bersama – sama di Pondok Pesantren Darul Mutaallimin

Bagi Mahasiswa KKN IAIM Lumajang, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di tanah Borneo. Interaksi dengan para santri memberikan gambaran bahwa tradisi  keilmuan  islam terus hidup dan berkembang di tengah keberagaman daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan sederhana seperti mengaji bersama, nilai – nilai keislaman, kebersamaan, dan semangat menuntut ilmu terus di wariskan dari generasi ke generasi. Pondok Pesantren Darul Mutaallimin  menjadi salah satu ruang yang menjaga tradisi tersebut tetap tumbuh di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.

Penulis : Mochammad sholihur roziqin Mahasiswa KKN di Kutai Kartanegara

Artikel Terkait

Artikel Terbaru