LUMAJANG – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang menggelar seminar pendidikan bertajuk “Membangun Daya Saing Generasi Muda Melalui Pendidikan di Tengah Tantangan Ekonomi Global” pada Sabtu (13/6). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus IAIM Lumajang ini diikuti oleh 50 mahasiswi Fakultas Tarbiyah.
Seminar menghadirkan Dr. Ainul Churria Almalachim sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Camelia Mustafa sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Dr. Ainul Churria menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam membentuk generasi muda yang unggul dan mampu bersaing di tengah arus globalisasi. Menurutnya, perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan yang berkelanjutan.
“Daya saing tidak hanya ditentukan oleh ijazah atau prestasi akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda, khususnya perempuan, perlu memiliki karakter yang kuat, kemandirian, serta nilai-nilai moral yang kokoh sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Dunia tidak akan ramah pada perempuan yang lemah. Dunia tidak akan ramah pada perempuan yang tidak mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” ujarnya di hadapan peserta.
Selain membahas penguatan karakter, narasumber juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan potensi diri apabila digunakan secara bijak.
“Bukan berarti kita tidak boleh menggunakan AI. Namun, kita harus mampu mengendalikan dan memanfaatkannya dengan baik, bukan justru menjadi pihak yang dikendalikan oleh AI,” tegasnya.
Seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti jalannya kegiatan serta terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah mengenai langkah yang dapat ditempuh ketika seseorang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun terkendala oleh kurangnya restu dari orang tua.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, moderator, dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas terselenggaranya seminar yang berlangsung lancar, inspiratif, dan penuh manfaat. (Elisa Rosida Lastarji dan Siti Mudma’inah)

