Minggu, Mei 24, 2026

Kasubdit Penelitian dan PkM Kemenag RI, Pacu Dosen IAIM Lumajang Tembus Hibah Litapdimas

LUMAJANG – Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang mengambil langkah strategis untuk mendongkrak produktivitas akademik dengan menghadirkan otoritas tertinggi program bantuan riset Kementerian Agama, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc. Kehadiran Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Diktis Kemenag RI tersebut memimpin langsung agenda Pembinaan Penelitian dan PkM Dosen yang digelar pada Sabtu (23/5/2026) di Aula Kampus.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIM Lumajang, Farhanudin Sholeh, M.Pd.I., membuka acara sekaligus memberikan arahan taktis kepada seluruh jajaran dosen tetap yang hadir. Ia menegaskan bahwa momentum pembinaan langsung oleh tokoh Kemenag Pusat ini harus menjadi pemacu utama (spirit) bagi dosen untuk merancang riset dan pengabdian ke depan, terutama dalam menguasai trik agar proposal mampu lolos di sistem Litapdimas.

“Harapan besar kita, kehadiran Dr. Nur Kafid di kampus mampu memicu semangat dosen-dosen kita sekalian. Terlebih, IAIM Lumajang memiliki program strategis seperti KKN Luar Negeri dan KKN Luar Pulau. Momentum ini harus kita jadikan wadah kolaborasi riset dan PkM dosen yang memiliki luaran (output) jelas. Istilahnya, sekali mendaki dua gunung ternaiki, sekali mendayung dua pulau terlampaui. Melalui KKN tersebut, pengabdian masyarakat berjalan, riset dosennya pun ikut berjalan,” ujar Farhanudin dalam sambutannya.

Merespons visi tersebut, Kasubdit Diktis Kemenag RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., dalam paparan materi utamanya yang bertajuk “Memperkuat Eksistensi PTKI Berdampak melalui Riset, PkM, dan Publikasi Ilmiah”, menekankan pentingnya transformação orientasi akademik di lingkungan PTKIS. Beliau menjelaskan bahwa arah kebijakan riset Kemenag periode 2023–2028 kini bergeser kuat pada penguatan riset terapan (applied research), hilirisasi, serta kemitraan yang memberikan dampak nyata pada sosial kemasyarakatan.

Tidak hanya memotivasi, Dr. Nur Kafid juga membedah secara operasional teknis pengusulan Bantuan Litapdimas TA 2026. Beliau memaparkan 7 Tema Prioritas Penelitian berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) 2026, mulai dari Ekoteologi, Moderasi Beragama, Kurikulum Berbasis Cinta, hingga Integrasi Islam dan Sains.

Di hadapan para dosen IAIM Lumajang, pejabat Kemenag Pusat ini mengingatkan beberapa aspek krusial yang menentukan kelolosan proposal di sistem penilai. “Perhatikan betul jenis klaster yang dibuka dan lakukan sinkronisasi data SINTA secara berkala. Selain itu, pastikan hasil cek similarity (plagiasi) di-kompres dengan baik sebelum diunggah ke sistem untuk menghindari pemblokiran otomatis dari security jaringan Kemenag,” jelas Kasubdit memberikan trik teknis.

Acara pembinaan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator. Para dosen tampak sangat antusias memanfaatkan kehadiran narasumber pusat ini untuk bertanya langsung seputar dinamika di lapangan agar proposal riset dosen kedepan lebih banyak yang lolos. melalui ilmu langsung dari pusat ini, IAIM Lumajang optimis budaya riset akan semakin tumbuh kedepannya. (Hans)

Artikel Terkait

Artikel Terbaru