Sabtu, Maret 21, 2026

Ketika Hati Kosong

Setiap orang pasti pernah mengalami masa keresahan, kesumpekan, atau kehampaan. Saat itu hati terasa kosong, pikiran tumpul, dan arah terasa hilang. Bila keadaan seperti ini tidak segera diarahkan ke hal yang positif, maka kekosongan itu bisa menjadi pintu masuk bagi bisikan-bisikan jahat, bahkan melahirkan ucapan dan perbuatan yg lepas kendali.

Para ulama’ telah lama mengingatkan bahwa yg kosong itu mudah ditempati.
Dalam kitab Tadzkiirunnas, disebutkan:
إن المكان الذي يُترك خالياً يسكنون فيه الجن، والمكان الذي تُفْعَلُ فيه القهوة لا يسكنونه الجن ولا يقربونه.
“Sesungguhnya tempat yg dibiarkan kosong akan dihuni oleh jin, sedangkan tempat yg digunakan untuk membuat kopi tidak dihuni oleh jin dan tidak pula mereka mendekatinya.”
Keterangan ini tentu bukan hanya tentang kopi, tapi tentang menghidupkan suasana.

Tempat yang diisi dengan aktivitas baik, dzikir, ilmu, atau kebersamaan, tidak disukai makhluk halus. Begitu pula hati manusia, bila kosong dari ingatan kepada Allah, ia menjadi ruang gelap yang mudah dimasuki bisikan buruk.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah An-Nās
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
Tentang ayat ini, dalam Tafsir Jalalain dijelaskan:
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ} أي الشيطان، سمي بالحدث لكثرة ملابسته له، {الخناس} لأنه يخنس ويتأخر عن القلب كلما ذكر الله.
“(Dari kejahatan bisikan) yakni setan; dinamakan al-ḥadats (bisikan) karena sering sekali melekat dan berulang dalam dirinya. (Yang bersembunyi) karena ia bersembunyi dan menjauh dari hati setiap kali Allah diingat.”

Ayat ini menjelaskan karakter setan:
ia mendekat ketika hati lalai, dan menjauh ketika hati berdzikir.
Inilah sebabnya setiap orang yang merasa sumpek atau kosong sebaiknya segera menghidupkan hatinya, berdzikir, bershalawat, atau sekadar menenangkan diri dengan aroma kopi.
Dalam bahasa sekarang, bisa dikatakan bahwa energi positif (positive vibes) itu muncul ketika hati terisi dzikrullah dan pikiran diarahkan pada kebaikan.
Sebaliknya, energi negatif (Negative vibes) muncul dari kekosongan batin, dari hati yang lalai, pikiran yg pesimis, dan suasana yg redup dari cahaya iman.
Maka, jagalah hati agar tetap hidup.
Karena yg kosong akan diisi, dan sebaik-baiknya isi adalah dzikir kepada Allah.
Seperti secangkir kopi yg hangat dan harum, hati pun akan terasa hidup, wangi, dan tak disukai oleh setan yg “yakhnisu idza dzukirallah”, bersembunyi setiap kali Allah diingat. Dan semoga Allah menjaga hati kita agar selalu hidup dalam hidayah dan rahmat-Nya:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artikel Terkait

Artikel Terbaru