Sabtu, Juli 11, 2026

Rektor IAIM Lumajang Teken Kerja Sama Internasional dengan Mitra Industri Belanda dan Jerman

MALANG — Rektor Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang, Mochammad Hesan, S.Psi., M.Sos., secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis jangka panjang dengan sejumlah pimpinan industri dan lembaga inovasi global asal Belanda dan Jerman. Penandatanganan berskala internasional ini dilaksanakan di sela-sela perhelatan akbar International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026 yang digelar di Hall KH Abdurrahman Wahid, Universitas Islam Malang (UNISMA), pada Jumat, 10 Juli 2026 kemarin.

Langkah progresif IAIM Lumajang ini diambil dalam forum yang mempertemukan jaringan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Jawa Timur dengan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU)-PWNU Jawa Timur, yang mengusung misi besar bertema “Creating University Start-Ups to Strengthen Entrepreneurship of NU Higher Education Institutions for Better Contribution to SDGs Programs”

Dalam komitmen yang berlaku untuk masa lima tahun ke depan tersebut, Rektor IAIM Lumajang menandatangani naskah kerja sama formal dengan tiga pimpinan tertinggi institusi internasional, yakni Mr. Dorotheus Wiseman selaku CEO & Founder Wise Use International B.V. Belanda, Mr. Jeroen Rijnenberg selaku President Director Sustainable Business Development and Innovation Center (SBDI Center) Foundation, serta Mr. Guido Lassally selaku CEO Tauros Media Nederland B.V. Belanda.

Selain ketiga korporasi Eropa tersebut, IAIM Lumajang juga menguatkan jejaring globalnya bersama Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono dari Constructor University Bremen, Jerman.

Disela sela acara tersebut Rektor IAIM Lumajang, Mochammad Hesan, menyampaikan rasa optimisme yang besar terhadap masa depan akademik dan kewirausahaan di kampusnya. Menurutnya, kerja sama ini merupakan lompatan strategis untuk membawa IAIM Lumajang keluar dari zona normatif menuju perguruan tinggi berbasis kewirausahaan global.

Ia menjelaskan bahwa pihak kampus ingin memastikan riset-riset yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa tidak hanya berakhir di dalam perpustakaan, melainkan mampu diimplementasikan menjadi sebuah unit bisnis mandiri. Melalui kemitraan ini, IAIM Lumajang berkomitmen menyediakan wadah inkubasi yang mumpuni agar produk lokal, khususnya di bidang teknologi dan pertanian di Lumajang, bisa menembus standardisasi internasional.

Senada dengan hal tersebut, Mr. Jeroen Rijnenberg selaku President Director dari SBDI Center Foundation menekankan dalam sesinya bahwa dunia internasional saat ini sangat membutuhkan keterlibatan aktif dari institusi pendidikan tinggi berbasis keagamaan dan kemasyarakatan seperti PTNU untuk membangun ekosistem bisnis berkelanjutan.

Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang bukan sekadar di atas kertas, melainkan sebuah gerakan simultan untuk menciptakan dampak nyata bagi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Menurutnya, inovasi yang ramah lingkungan dan berdampak sosial tinggi harus dipupuk sejak mahasiswa berada di bangku kuliah, dan perguruan tinggi di Jawa Timur memiliki potensi yang luar biasa besar untuk memimpin pergerakan tersebut.

Sementara itu, Mr. Guido Lassally selaku CEO Tauros Media Nederland B.V. memberikan pandangannya mengenai integrasi teknologi modern dalam dunia pendidikan tinggi. Ia mengungkapkan bahwa pemanfaatan agen kecerdasan buatan (AI Agents) akan menjadi pilar utama dalam mempercepat lahirnya startup baru di lingkungan universitas.

Melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat, proses pembelajaran, tata kelola, hingga analisis pasar untuk bisnis yang dirintis mahasiswa akan berjalan jauh lebih efisien, sekaligus memberikan bekal kepada lulusan agar siap menghadapi disrupsi industri secara global.

Kolaborasi multi-pihak ini pada akhirnya merangkum komitmen IAIM Lumajang untuk bertransformasi total melalui riset spesifik di bidang pertanian dan peternakan (Agriculture and animal science), komersialisasi produk riset, hingga penyediaan program magang internasional (Industrial exposure) langsung pada jaringan industri di luar negeri.

Melalui langkah konkrit ini, IAIM Lumajang tidak hanya sukses memperluas peta jejaring akademiknya di benua Eropa, tetapi juga memantapkan posisinya untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban masyarakat.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru