Lumajang, 14 Maret 2025 – Sebagai wujud nyata komitmen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, empat perguruan tinggi Islam, yaitu STAI Bustanul Ulum, STAI Salafiyah Bangil, IAI Miftahul Ulum Lumajang, dan IAI Bani Fatah Jombang, berkolaborasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini berfokus pada pendampingan kajian kitab Ramadhan dengan pendekatan klasik dan digital di PP Bustanul Ulum Lumajang dan PP Fatihul Ulum Klatakan Tanggul Jember.
Selama dua pekan, dari 1 hingga 14 Maret 2025, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran kitab Ramadhan yang tidak hanya mempertahankan metode klasik, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital sebagai alat bantu belajar. Pesantren dipilih sebagai tempat utama pelaksanaan karena perannya yang krusial dalam menyebarkan ilmu agama di masyarakat.
Sebagai puncak acara, diadakan workshop bertajuk “Integrasi Pendekatan Klasik dan Digital dalam Kajian Kitab Ramadhan” pada 14 Maret 2025 di PP Bustanul Ulum Lumajang. Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I (IAI Miftahul Ulum Lumajang) dan Munawwaroh, M.Pd (STAI Salafiyah Bangil).
Dalam paparannya, Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I membahas pentingnya pendekatan klasik dalam kajian kitab, yang menekankan pada pemahaman mendalam serta penguasaan kitab secara langsung. Ia juga menjelaskan bagaimana metode tradisional yang telah lama digunakan di pesantren dapat diperkuat dengan teknologi digital seperti Maktabah Syamilah. Sementara itu, Munawwaroh memperkenalkan pendekatan digital, yang memungkinkan kajian kitab dilakukan dengan lebih cepat, efektif, dan interaktif melalui aplikasi edukasi berbasis teknologi. Ia juga memberikan panduan integrasi antara kedua pendekatan tersebut agar santri dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para santri dan pengelola pesantren. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan. Dengan menggabungkan pendekatan klasik yang mendalam dan teknologi digital yang praktis, diharapkan kajian kitab di pesantren menjadi lebih fleksibel, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Melalui kolaborasi ini, pendidikan agama tidak hanya tetap terjaga otentisitasnya, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan zaman, sehingga dapat terus memberi manfaat luas bagi santri dan masyarakat pesantren secara lebih modern dan inklusif.
Editor: Nabila N.A