LUMAJANG – Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui pemberangkatan 10 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Berdampak Tahun 2026 di Malaysia. Program pengabdian masyarakat lintas negara ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 29 Juni hingga 29 September 2026, sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang memiliki wawasan global, kompetensi akademik, dan kepedulian sosial.
Prosesi pelepasan peserta dilaksanakan secara khidmat di Meeting Room IAIM Lumajang pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Miftahul Ulum Lumajang, H. Sholeh Ardiansyah, jajaran pimpinan institut, serta pengurus Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai penyelenggara program.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Miftahul Ulum Lumajang, H. Sholeh Ardiansyah, menegaskan bahwa mahasiswa yang diberangkatkan tidak hanya membawa nama baik IAIM Lumajang, tetapi juga menjadi duta nilai-nilai pesantren dan Islam Nusantara di tingkat internasional. Menurutnya, karakter kepesantrenan yang dimiliki mahasiswa harus tercermin dalam sikap, etika, dan pengabdian selama berada di Malaysia.
“Mahasiswa harus mampu menjaga akhlak, menunjukkan integritas, serta mengamalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam setiap aktivitas pengabdian. Kehadiran mereka di Malaysia merupakan representasi kualitas IAIM Lumajang sekaligus wajah pendidikan Islam Indonesia,” pesannya.
Sementara itu, saat mendampingi keberangkatan peserta di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Senin (29/6/2026), Rektor IAIM Lumajang, Muchammad Hesan, S.Psi., M.Sos., menegaskan bahwa program bertajuk “International Community Service: Mahasiswa Berkhidmat Berdampak” merupakan laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi dalam lingkungan internasional.
“Ini bukan sekadar perjalanan akademik atau kegiatan seremonial, melainkan misi pengabdian, diplomasi pendidikan, dan syiar keilmuan. Saya berharap mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat, menghormati budaya masyarakat setempat, serta menghadirkan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi lembaga-lembaga mitra di Malaysia,” ujar Rektor.
Program KKN Internasional Berdampak Tahun 2026 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi akademik IAIM Lumajang. Selama tiga bulan pelaksanaan, mahasiswa akan menjalankan pengabdian melalui mekanisme rekognisi akademik yang telah disiapkan oleh kampus, sehingga seluruh aktivitas di lembaga mitra dapat diintegrasikan dengan capaian pembelajaran dan diakui sebagai bagian dari proses akademik sesuai kebijakan IAIM Lumajang.
Selain melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan tata kelola lembaga pendidikan Islam, pengembangan pembelajaran, serta pendampingan sosial-keagamaan, setiap peserta juga ditargetkan menghasilkan luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) berskala internasional. Luaran tersebut meliputi artikel ilmiah, dokumentasi praktik baik (Best practices), hingga model pemberdayaan masyarakat yang dapat dipublikasikan pada jurnal maupun forum ilmiah internasional. Dengan demikian, KKN ini tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat mitra di Malaysia, tetapi juga memperkuat budaya riset, publikasi, dan kolaborasi internasional di lingkungan IAIM Lumajang.
Kesepuluh mahasiswa yang diberangkatkan merupakan mahasiswa semester VI yang berhasil lolos melalui proses seleksi ketat yang diselenggarakan oleh LPPM sejak Mei 2026. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang untuk memastikan kesiapan akademik, keagamaan, dan kemampuan komunikasi peserta dalam menjalankan pengabdian di luar negeri. Tahapan seleksi meliputi tes membaca kitab kuning, tes kemampuan membaca Al-Qur’an, serta tes kemampuan berbahasa Arab dan bahasa Inggris.
Berdasarkan hasil seleksi tersebut, para mahasiswa ditempatkan pada tiga lembaga mitra di Malaysia sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan masing-masing.
Di Pondok An-Nahdloh, Tanjung Sepat, Selangor, ditempatkan Muhammad Ariel Wildan (Program Studi Manajemen Pendidikan Islam), Badrus Sholeh (Manajemen Pendidikan Islam), dan Hamdani (Hukum Ekonomi Syariah).
Di Rumah Anak Yatim dan Asnaf As-Sholihin, Banting, Selangor, bertugas Adit Yusrizal (Hukum Ekonomi Syariah) dan Muhammad Soleh Hudin (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah).
Sementara itu, Madrasah Darul Ar Rabbaniyah Darul Ikhlas, Tanah Merah Krubong, Melaka, menjadi lokasi pengabdian bagi Muhammad Fadhilah Ainul Yaqiin (Hukum Keluarga Islam), Much Agil Sholeh (Hukum Keluarga Islam), Anas Firmansyah (Manajemen Pendidikan Islam), Zeiny Yan Abduh (Manajemen Pendidikan Islam), dan Ubaydillah (Manajemen Pendidikan Islam).
Suasana penuh semangat dan optimisme tampak mengiringi keberangkatan seluruh delegasi dari Bandara Internasional Juanda menuju Malaysia. Selama 90 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada penguatan pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, peningkatan tata kelola administrasi kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, pembinaan sosial-keagamaan, serta pengembangan kolaborasi akademik antara IAIM Lumajang dengan lembaga mitra di Malaysia.
Melalui program KKN Internasional Berdampak ini, IAIM Lumajang berharap mampu memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat lintas negara. Program ini juga menjadi bagian dari strategi besar IAIM Lumajang dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional, sekaligus memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan. (Hans)

