Kamis, Februari 5, 2026

Ratusan Mahasiswa IAIM Lumajang di Yudisium

LUMAJANG – Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang menggelar yudisium tahun akademik 2025 – 2026 di aula kampus pada hari Sabtu 3 Januari 2026. Total seluruhnya, 155 mahasiswa yang mengikuti yudisium kali ini dari Fakultas Syariah dan Ushuluddin.

Hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan orasi ilmiah DPD RI H. Ahmad Nawardi, S.Ag dan Rektor Universitas Islam Malang Prof. Drs. Junaidi, Ph.D. dan Surat Keputusan (SK) dibacakan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Usuludhin Imam Bayhaqi, M.H dengan dibuka sambutan dari Rektor IAIM Lumajang Mochammad Hisan, S.Psi., Msos.
“Kami atas nama lembaga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Junaidi atas kehadirannya, beliau asli Lumajang tepatnya Yosowilangun, semoga adik adik semua bisa meniru jejaknya. Oleh karena itu, bila nanti ingin melanjutkan jenjang magister bisa langsung ke Unisma, selain jelas NU nya, jelas juga Lumajangnya,” ujar Rektor IAIM Lumajang Mochammad Hisa dalam sambutannya.

Mochammad Hisan berpesan agar calon sarjana yang totalnya 155 mahasiswa ini tidak berhenti sampai di sini. Tapi, bisa melanjutkan studynya ke jenjang yang lebih tinggi, “Syukur-syukur kalau melanjutkan ke Unisma, insyaallah nanti mendapat atensi untuk mendapatkan beasiswa,” ungkap Mochammad Hisan disambut tepuk tangan peserta Yudisium.

Sambutan kedua disampaikan oleh ketua yayasan Mohammad Sholeh Ardiansyah dan dilanjutlan orasi ilmiah oleh Prof. Drs. Junaidi, P.hD. Dalam potongan orasi ilmiahnya, Prof. Junaidi menyampaikan bahwa ada tiga kategori lembaga perguruan tinggai dibawah naungan Nahdlatul Ulama, pertama perguruan tinggi yang didirikan oleh PBNU dan seluruh asetnya milik PBNU.

“Kedua perguruan tinggi yang berdiri dibawah yayasan lokal namun seluruh asetnya milik Nahdlatul Ulama, ketiga perguruan tinggi yang berdiri dibawah yayasan lokal termasuk juga dengan asetnya,” ungkap Prof. Junaidi. Banyaknya perguruan tinggi dibawah NU yang jumlahnya ratusan, perlu sumbangsih pemikiran dari jamiiyah, oleh sebab itu Prof. Junaidi mendorong alumni IAIM untuk melanjutkan pendidikannya, pihaknya akan memberikan potongan UKT bagi alumni IAIM yang akan melanjutkan ke Unisma. (RF).

Artikel Terkait

Artikel Terbaru